![]() |
| Bhagawan Dronacarya |
Akhirnya, ia putuskan untuk menitipkan putra mahkotanya, Sucitra, yang juga masih usia kanak-kanak padanya. Untuk diberikan pendidikan ilmu kawisesan. Sucitra, sangat senang berguru pada Rsi Baradwaja. Di mata Sucitra, Baradwaja adalah sosok ayah yang penuh perhatian. Begitu pula Kanwa dan Kumbayana sahabat kecilnya, selalu mengalah dan memanjakannya. Terlebih-lebih Kumbayana, ia merasakan adanya rasa melebihi sosok saudara. Sucitra mewarisi ilmu kepemimpinan dari Baradwaja. Sedangkan Kumbayana yang rajin berlatih kanuragan, mewarisi ilmu memanah dari orangtuanya. Sekian tahun, mereka bersama. Akhirnya, tiba saatnya mereka berpisah. Raja Pancala menjemput putranya.
Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'










