Senin, 24 Oktober 2016

Kalki Awatara di Penghujung Zaman Kaliyuga

Kutipan dari ayat-ayat Kitab Suci Veda yang menyatakan siapa sesungguhnya Kalki-avatāra melalui ciri-ciri dan kegiatan rohani-Nya. Kaliyuga dimulai pada sekitar 3 ribu tahun sebelum Masehi dan mencapai pengaruh totalnya atas bumi bersamaan dengan dimulainya zaman industrialisasi pada abad ke-15. Rentang waktu sepuluh ribu tahun berikutnya setelah Kaliyuga mencengkeram seluruh muka bumi disebut Premayuga atau zaman emas. Rentang waktu ini disebut zaman keemasan karena pada rentang waktu sepuluh ribu tahun ini, umat manusia mendapat kesempatan untuk pulang kembali kepada Tuhan dengan cara mempraktikkan cara pengucapan nama suci Tuhan (Harināma Saṇkīrtana) yang dipelopori oleh Sri Caitanya Mahaprabhu. Dengan kata lain, masa sepuluh ribu tahun ini ibarat secercah cahaya harapan bagi umat manusia di dalam gelapnya kebodohan dan dosa-dosa di Zaman Kaliyuga. Tulisan-tulisan berikutnya akan membahas mengenai siapa sesungguhnya Caitanya Mahaprabhu dan misi penyelamatan besar-besaran dalam Premayuga ini.

Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Sabtu, 05 Desember 2015

Bhagawan Drona dan Dewi Wilutama

Bhagawan Dronacarya
Bhagawan Wraspati mempunyai putra bernama Baradwaja yang pernah memerintah di Negeri Antasangin. Tatkala memasuki masa wanaprastha, ia melaksanakan tapa sebagai Brahmana Pandita di tengah hutan, berita ini terdengar oleh sahabatnya, Raja Pancala. Ia begitu terharu, karena ia tahu, sahabatnya masih mempunyai putra yang masih bocah bernama Kanwa dan Kumbayana.

Akhirnya, ia putuskan untuk menitipkan putra mahkotanya, Sucitra, yang juga masih usia kanak-kanak padanya. Untuk diberikan pendidikan ilmu kawisesan. Sucitra, sangat senang berguru pada Rsi Baradwaja. Di mata Sucitra, Baradwaja adalah sosok ayah yang penuh perhatian. Begitu pula Kanwa dan Kumbayana sahabat kecilnya, selalu mengalah dan memanjakannya. Terlebih-lebih Kumbayana, ia merasakan adanya rasa melebihi sosok saudara. Sucitra mewarisi ilmu kepemimpinan dari Baradwaja. Sedangkan Kumbayana yang rajin berlatih kanuragan, mewarisi ilmu memanah dari orangtuanya. Sekian tahun, mereka bersama. Akhirnya, tiba saatnya mereka berpisah. Raja Pancala menjemput putranya.

Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Kamis, 15 Januari 2015

Dewa Ganesha

Banyak kisah tentang kelahiran Dewa Ganesha, dari kisah yang menyangkut dengan gajah Dewa Indra dan kisah tentang Dewa Ganesha yang terlahir dari kesaktian Dewi Parwati. Berikut paparan kisah singkat kelahiran Dewa Ganesha menurut Shiva Purana.

"Dalam masa Sveta Varaha Kalpa, dikisahkan bahwa Jaya dan Wijaya merupakan sahabat Dewi Parwati mendiskusiksn tentang hasrat Dewi Parwati. Atas saran kedua sahabat tersebut, Dewi Parwati menciptakan seorang putra dari debu tubuh kosmiknya yang akan direncanakan untuk memimpin semua Gana Shiva, dan seraya berkata :
Harus ada putraku yang harus menunaikan tugasnya dengan sangat cermat. Ia tidak mesti mematuhi perintah – Ku”.

Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Kamis, 05 Juni 2014

Kisah Kehidupan Karna, Dikehidupan Sebelumnya

Karna
Karena Blog ini semakin banyak pengunjungnya, maka kami akan update lagi mengenai cerita - cerita Umat Hindu. "Kisah Mahabharata", siapa yang tidak mengenal kisah yang maha besar ini, banyak filsafat hidup dan etika kebenaran yang terselip didalamnya. Lebih lagi kisah ini sekarang telah ditayangkan dalam bentuk Film Berseri di India, yang digarap oleh Star Plus. Dan kini sudah ditayangkan di Indonesia. Setiap tokoh dalam Kisah ini, sangat berbeda beda dan memiliki karakter tersendiri. Nah, kali ini kami akan ceritakan mengenai Tokoh Karna, Kehidupan Masa Lalu Karna sebagai Asura Sahasrakavacha. Berikut kita simak ceritanya :)

Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Rabu, 31 Juli 2013

Kisah Leela dan Dewi Saraswati

Dewi Saraswati
Pada suatu waktu di bumi ini hidup seorang raja yang bernama Padma yang teramat bajik dalam segala perilakunya. Istri beliau bernama Leela, dan ratu ini bersifat sangat luhur, mereka saling sayang-menyayangi satu dengan yang lainnya. Pada suatu hari ratu melaksanakan sebuah yajna demi Dewi Saraswati agar suaminya dikaruniai dengan keabadian.

Sang ratu kemudian berpuasa berat dan memohon dua hal kepada sang dewi, yaitu pertama : Setelah meninggalnya sang raja maka jiwanya akan selalu tinggal di istana, dan yang kedua : sang ratu memohon dharsana dari sang dewi Saraswati. Dewi Saraswati mengabulkan kedua permohonan tersebut, dan konon sang raja pada suatu saat terbunuh di dalam suatu laga dan jasadnya disemayamkan di istana. Sang ratu meratap tanpa henti-hentinya, dan pada saat tersebut Dewi Saraswati menunjukkan dharsananya dan berkata : “janganlah bersedih, karena semua ini adalah sesuai dengan permintaanmu, jiwa suamimu akan senantiasa hadir di istana ini. Taburkanlah bunga-bunga di atas jasad suamimu, dan semua bunga ini akan tetap segar sampai saatnya dikau menemuinya lagi”.

Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...