Rabu, 15 Februari 2012

Dewa Siwa


Dewi Parwati, Dewa Siwa dan Dewa Ganesha
Çiwa dalam mitologi Hindu dikenal sebagai dewa tertinggi dan banyak pemujanya. Mitos Çiwa dapat dijumpai dalam beberapa kitab suci agama Hindu, yakni kitab-kitab Brāhmana, Mahābhārata, Purāna, dan Āgama.Dalam kitab Hindu tertua, Weda Samhita, walaupun nama Çiwa sendiri tidak pernah dicantumkan, tetapi sebenarnya benih-benih perwujudan tokoh Çiwa itu sendiri telah ada, yaitu Rudra.


Kelahiran Rudra
Kitab Satapatha-Brāhmana menceritakan tentang kelahiran Rudra. Diceritakan bahwa ada seorang kepala keluarga bernama Prajapati yang memiliki seorang anak laki-laki. Sejak lahir, anak itu menangis terus, dia merasa tidak terlepaskan dari keburukan karena tidak diberi nama oleh ayahnya. Kemudian Prajapati memberinya nama Rudra, yang berasal dari akar kata rud yang artinya menangis.

Kisah kelahiran Rudra ini bisa dijumpai pula dalam kitab-kitab Weda Samhita dan kitab Wişņu-Purāna. Tersebutlah Brahmā sedang marah kepada anak-anaknya yang diciptakannya pertama kali, yang tidak menghargai arti penciptaan dunia bagi semua makhluk. Akibat kemarahannya itu tiba-tiba dari kening Brahma muncul seorang anak yang bersinar seperti matahari. Anak yang baru “lahir” itu diberi nama Rudra. Dari tubuhnya yang setengah laki-laki dan setengah perempuan itu “lahir” anak berjumlah sebelas orang. Badan Rudra yang berjumlah sebelas itu, menurut kitab Wişņu-Purāna merupakan asal mula Ekadasa Rudra.

Riwayat kelahiran Rudra menurut Mārkandeya Purāna disebabkan oleh keinginan Brahmā untuk mempunyai anak yang menyerupai dirinya. Untuk mencapai tujuan tersebut, Brahmā pergi bertapa. Tengah bertapa, tiba-tiba muncul seorang anak laki-laki berkulit merah kebiru-biruan menangis di pangkuannya. Ketika ditanya mengapa, anak itu menjawab bahwa ia menangis karena minta nama. Brahmā memberinya nama Rudra. Namun, ia tetap menangis dan meminta nama lagi. Itu dilakukannya hingga tujuh kali, sehingga Brahmā memberi tujuh nama, masing-masing Bhawa, Sarwa, Isāna, Pasupati, Bhîma, Ugra, dan Mahādewa, di samping Rudra. Kedelapan nama itu adalah nama-nama aspek Çiwa dalam kelompok Murtyastaka. Kisah yang sama terdapat dalam Wisnu-Purāna.



Çiwa Mahādewa
Dalam kitab Mahābhārata, Çiwa lebih sering disebut sebagai Mahādewa, yaitu dewa tertinggi di antara para dewa. Kitab itu juga menjelaskan asal mula Çiwa mendapatkan sebutan demikian. Pada suatu waktu, para dewa menyuruh Çiwa membinasakan makhluk-makhluk jahat yang tinggal di Tripura. Untuk menghadapi makhluk-makhluk itu, Çiwa diberi setengah kekuatan dari masing-masing dewa, dan setelah dapat memusnahkan makhluk-makhluk itu, Çiwa dianggap sebagai dewa tertinggi.

Pertama kalinya Çiwa atau Rudra disebut Mahadewa terdapat dalam Yajur-Weda putih. Dalam Mahābhārata bagian Bhismaparwa, Çiwa yang digambarkan berada di Gunung Meru, dikelilingi Umā beserta pengikutnya itu disebut Pasupati (sloka 219b).

Sementara, sebutan Maheswara ada dalam kitab Mahabharata sloka 222a. Sebutan lain untuk Çiwa adalah Trinetra, yang artinya bermata tiga. Sebutan ini didapatkan Çiwa ketika dari keningnya “muncul” mata ketiga untuk “mengembalikan” keadaan dunia seperti keadaan semula, yang “terganggu” karena kedua matanya tertutup oleh kedua tangan Parwati, yang ketika itu asyik bercengkerama dengan Çiwa. Untuk mengembalikan keadaan dunia, Çiwa menciptakan mata ketiga pada keningnya.


Çiwa Trinetra
Uraian tentang Çiwa Trinetra juga dijumpai dalam kitab Mahābhārata. Kitab Linga-Purana menjelaskan timbulnya mata ketiga Çiwa. Sati, anak Daksa istri pertama Çiwa bunuh diri dengan cara terjun ke dalam api karena ayahnya, Daksa tidak menghiraukan Ciwa, suaminya. Karena peristiwa itu, Çiwa pergi bertapa di atas Gunung Himalaya. Parvati, anak Himawan yang jatuh cinta kepada Çiwa sebenarnya adalah Sati “yang lahir kembali”.

Sementara itu, makhluk jahat asura Tataka mulai mengganggu para dewa. Menurut ramalan, yang dapat membinasakan makhluk jahat itu hanyalah anak Çiwa. Dalam kebingungan, para dewa memutuskan untuk “membangunkan” Çiwa. Mereka sepakat meminta pertolongan Dewa Kāma. Dengan upayanya, berangkatlah para dewa disertai Parwati ke tempat Çiwa bertapa. Karena keampuhan panah Dewa Kāma, Çiwa “terbangun”. Çiwa yang sedikit terusik oleh perbuatan Kama membuka mata ketiganya yang menyemburkan api. Api itu membakar Kāma hingga menjadi abu. Pada saat yang bersamaan karena keampuhan panah Kāma, Çiwa “jatuh cinta” pada Parwati.

Rati, istri Dewa Kāma yang mendengar kematian suaminya datang menghadap Çiwa dan mohon untuk menghidupkan kembali Kāma. Untuk menghibur rati, Çiwa berjanji bahwa Kāma kelak akan lahir kembali sebagai Pradhyumna. Kisahnya diakhiri dengan pernikahan Çiwa dan Parwati, serta kelahiran Kumara atau Subrahmanya yang dapat membunuh Tataka.


Çiwa Nilakantha
Çiwa disebut juga Nilakantha karena mempunyai leher yang berwarna biru. Diceritakan pada waktu diadakan pengadukan lautan susu untuk mendapatkan amrta, turut keluar racun yang dapat membinasakan para dewa. Untuk menyelamatkan para dewa, Çiwa meminum racun itu. Parwati yang khawatir suaminya binasa, menekan leher Çiwa agar racun tidak menjalar ke bawah. Akibatnya racun itu terhenti di tenggorokan dan meninggalkan warna biru pada kulit lehernya. Sejak itulah Çiwa mendapatkan sebutan baru, Nilakantha.


Asal Mula Atribut Çiwa
Kitab Suprabhedagama menguraikan mengapa Çiwa mengenakan pakaian kulit harimau, hiasan berupa ular, kijang, dan parasu, serta memakai hiasan bulan sabit, dan tengkorak pada mahkotanya. Pada suatu waktu, Çiwa pergi ke hutan dengan menyamar sebagai pengemis. Istri para pendeta yang kebetulan melihatnya jatuh cinta, sehingga para pendeta marah. Dengan kekuatan magisnya mereka menciptakan seekor harimau yang diperintahkan untuk menyerang Çiwa, tapi dapat dibinasakan dan kulitnya dipakai Çiwa sebagai pakaiannya. Melihat Çiwa bisa mengalahkan harimau ciptaannya, mereka makin marah dan menciptakan seekor ular. Ular itu dapat ditangkap Çiwa dan dibuat perhiasan. Setelah kedua usaha itu gagal, mereka menciptakan kijang dan parasu, tapi kali inipun Çiwa dapat melumpuhkan serangan para pendeta itu. Sejak kejadian itu, kijang dan parasu menjadi dua di antara laksana (atribut) Ciwa.

Kitab Kurma Purana menjelaskan asal mula Çiwa mendapat julukan Gajasura-samharamurti. Dikisahkan beberapa orang pendeta sedang bertapa diganggu makhluk jahat yang menjelma sebagai gajah. Çiwa yang dimintai pertolongannya dapat membunuh gajah jelmaan itu. Çiwa yang mengenakan pakaian kulit gajah yang dibunuhnya lalau dikenal sebagai Gajasurasamharamurti.

Kitab Kamikagama mengungkapkan mengapa dalam pengarcaannya, Çiwa mengenakan hiasan bulan sabit pada jatāmakutanya (mahkota). Datohan, salah seorang putra Brahmā, menikahkan keduapuluh tujuh (=konstelasi bintang) anak perempuannya pada Santiran, Dewa Bulan. Dia minta agar menantunya memperlakukan semua istrinya sama dan mencintainya tanpa membeda-bedakan. Selama beberapa waktu, Santiran hidup bahagia bersama istri-istrinya, tanpa membeda-bedakan mereka. Dua di antara seluruh istrinya, Kartikai dan Rogini adalah yang tercantik. Lama-kelamaan, tanpa disadarinya, Santiran lebih memperhatikan keduanya dan mengabaikan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak diperhatikan, mereka mengadu pada ayah mereka. Datohan mencoba menasihati menantunya agar mengubah sikap, tapi tidak berhasil. Setelah berunlangkali Santiran diingatkan dan tidak mengindahkan, Datohan menjadi marah dan mengutuh menantunya; keenam belas bagian tubuhnya akan hilang satu per satu sampai akhirnya dia akan hilang, mati. Ketika bagian tubuhnya tinggal seperenam belas bagian, Santiran menjadi panik dan pergi minta tolong dan perlindungan Intiran. Intiran tidak dapat menolong. Dalam keadaan putus asa, dia menghadap dewa Brahmā yang menasihatinya agar pergi menghadap Çiwa. Santiran langsung menuju Gunung Kailasa dan mengadakan pemujaan untuk Çiwa. Çiwa yang berbelas kasihan kemudian mengambil bagian tubuh Santiran itu dan diletakkan di dalam rambutnya sambil berkata, “Jangan khawatir, Anda akan mendapatkan kembali bagian-bagian tubuh Anda. Namun, itu akan kembali hilang satu per satu. Perubahan itu akan berlangsung terus.” Demikianlah dalam pengarcaannya rambut Çiwa dihiasi bagian tubuh Santiran yang berbentuk bulan sabit di samping tengkorak (ardhacanrakapala). Selain mata ketiga dan hiasan candrakapala, Çiwa juga dikenal mempunyai kendaraan banteng atau sapi jantan.


Sapi Jantan Wahana Dewa Çiwa
Kitab Mahābhārata menguraikan asal mula sapi jantan atau banteng menjadi kendaraan Çiwa dalam dua versi. Versi pertama, Bhisma menjelaskan kepada Yudistira mengenai asal mula sapi jantan menjadi wahana Çiwa. Daksa, atas perintah ayahnya, yakni Brahmā, menciptakan sapi. Çiwa yang sedang bertapa di dunia terkena susu yang tumpah dari mulut anak sapi yang sedang menyusu pada induknya. Untuk menjaga agar Çiwa tidak marah, Dakasa menghadiahkan seekor sapi jantan pada Çiwa. Çiwa sangat senang menerima pemberian itu dan dijadikannya kendaraan.

Versi kedua, mirip cerita di atas, hanya peran Daksa dipegang oleh Brahmā. Di sini Çiwa menjawab pertanyaan Uma mengapa kendaraan Çiwa itu adalah banteng dan bukan binatang lain. Dikisahkan pada waktu penciptaan pertama, semua sapi berwarna putih dan sangat kuat. Mereka berjalan-jalan penuh kesombongan. Tersebutlah Çiwa sedang bertapa di Pegunungan Himalaya dengan cara berdiri di atas satu kaki dengan lengan diangkat. Sapi-sapi yang sombong itu berjalan bergerombol di sekeliling Çiwa, sehingga ia kehilangan keseimbangan. Atas kejadian itu, Çiwa sangat marah dan dengan mata ketiganya ia membakar sapi-sapi yang sombong itu, sehingga warna mereka berubah hitam. Itulah sebabnya ada sapi berwarna hitam. Banteng yang melihat kejadian itu mencoba melerai dan meredakan amarah Çiwa. Sejak itu banteng menjadi kendaraan Çiwa. Sapi-sapi yang melihat dan mengakui kehebatan dan kesaktian Çiwa sangat kagum dan mengangkatnya sebagai pemimpin, serat memberi julukan Gopari pada Çiwa.


Sumber
- I Made's Site
- http://dharmatula.blogspot.com/2010/03/dewa-shiva.html 
Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

89 komentar:

  1. Cerita yg bagus,smoga makin banyak yg menyusul seperti ini,agar semua bisa tahu dan mengerti,terutama buat anak2 kita ato penerus kita baik yg di bali maupun luar bali. Astungkara

    BalasHapus
  2. dewa siwa bertapa kepada siapa ya?

    BalasHapus
  3. ajaran setan = Hindu

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai anonim anda jangan bilang kalau agama hindu adalah ajaran setan,
      anda tidak tau kalau agama hindu adalah cikal bakal dari agama budha,islam dan kisten
      ngerti looooooooo!!!!!!!!!

      Hapus
    2. hai anonim anda jangan bilang kalau agama hindu adalah ajaran setan,
      anda tidak tau kalau agama hindu adalah cikal bakal dari agama budha,islam dan kisten
      ngerti looooooooo!!!!!!!!!

      Hapus
    3. Gak tau deh hrus komen apa

      Hapus
    4. Kalau menurut aku .....................

      Hapus
    5. Nah kalau dewa mu menyembah tuhan dewa shiva juga bertapa untuk mendekatkan diri nya kepada IDA SHANG HYANG WIDHI WASA

      Hapus
    6. jahat sekali yang menjelek2kan hindu......

      Hapus
    7. Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.
      QS. al-Baqarah (2) : 21

      Ayat diatas sangat jelas, dlm Agama Islam kita harus menghargai dan menghormati sejarah dari orang2 suci, apapun Agamanya. Supaya hati menjadi baik.

      Hapus
    8. Saya islam ... Anda bergama apa hingga bisa mengatakan seperti itu ,apakah anda anak SD .bisa menghina agama orang lain.

      Hapus
    9. Lucu y org ini...bicara gk dipikir kyk hidupnya sudah bener aja...
      Bro / sis jd org jgn suka buat dosa dgn menebarkan perselisihan...menghina agama lain setan..parah mulutnya...
      Yg setan kamu kali....gk pnya kitab suci y atau anda org yg buta huruf kali y makanya tdk bisa menerapkan ajaran agamanya sendiri...jelas2 ditiap agama diajarkan bgm cara bertoleransi terhadap sesama umat beragama...

      Hapus
    10. saya sangat menyukai cerita orang hindu.saya adalah orang islam dan saya sangat tahu cikal bakal agama islam dan agama islam bukan berasal dari agama hindu dan satu lagi anda tdk tahu tentang agama islam jadi jangan berbicara yg belum anda ketahui agama islam mempunyai kitab yaitu al-quran tdk seperti anda bicarakan

      Hapus
    11. pokoke film mahadewa kereeennnn gann....... sy islam.... (y) dan tetap taat kpadda ALLAH.SWT.....
      amin

      Hapus
  4. Teman2 kenapa mesti jelek2an agama lain, padahal kita kan saudara, satu negara...
    Biarlah agama Hindu mnjlankan ajarannya, atau agama Islam, Kristen dan yang lain. Selagi tidak mengganggu agama lain lebih baik kita berdamai...

    BalasHapus
  5. Agama hindu itu agama tertua.. banyakin baca buku makanya.. kita sesama umat manusia harusnya menelaah bahwa apapun sebutan Tuhan dalam agama masing masing mengajarkan hal yang sama yaitu kebenaran..
    Perbanyaklah membaca artikel* keagamaan wahai orang yg suka menghina agama lain.

    BalasHapus
  6. Ni Made Ayu Tika Widhiastuti3 Juni 2014 22.45

    Seseorang yang berAgama tetapi menghina agama org lain sama saja seperti orang yang tidak berAgama malah lebih buruk dari itu. Orang TIDAK berAgama saja masih bisa mengHormati org yang berAgama tetapi jika orang yg berAgama tidak menghormati org yg berAgama juga apalah artinya itu.
    Tuhan tak pernah menyalahi atau menghakimi. Beliau tak melihat bagaimana cara cara kita mempercayaiNya dan mengabdikan diri terhadapNya dan ajaranNya Tapi Beliau HANYA melihat bagaimana ketulusan Hati kita memprrcayai dan meyakiniNya.
    Semua Agama Sama , sama sama menyembah SATU TUHAN tapi Hanya Nama namanya saja yg berbeda. Tp apakah ada agama yg mengajari orang untuk menghina org lain dan menyakini hanya diri dia saja yg benar dan semua salah. TIDAK , tak ada Agama yg seperti itu,Hanya MANUSIA saja yg berbuat seperti itu.
    Orang2 yg berbuat seperti itu adalah prang prang yg TAK MEYAKINI KEKUASAAN TUHAN sama saja dia adalah orang yg Tidak mempercayai Tuhan. Yang dia Hina Bukan keyakinan org lain,Bukan orang yg menyakini kepercayaan lain melainkan Yang Dia HINA adalah TUHAN sendiri dan diriNya sendiri .Dia tidak perlu meminta maaf pada siapapun Tapi dia harus Minta MAAF pada TUHAN bukan manusia . Pikirkanlah itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku setuju sama kata" kamu :) kita semua bersaudara, hanya keyakinan yg membedakan.

      Hapus
    2. Saya penggemar cerita yg ada dlm ajaran hindu,yg bilang agama hindu ajaran setan....cangkemmu sekolahin dulu bro

      Hapus
  7. Akoe seorang kristen tp aku sangat menyukai kisah kisah nya.. akoe prcya smua krn kita bukan org prtama di dunia ini, smua ilmu n crta turun menurun ke kita dtng dr org terdahulu jauh dr sebelum kita .. :D Love u all

    BalasHapus
  8. Damai itu indah...dgn cara saling. Menghormati dan menghargai...antar suku,bangsa dan agama..agama lahir untuk merubah tatanan manusia dari biadab menjadi beradab...bukan sebalik nya...jd jika mengaku orang beragama harus nya ada kasih sayang di hatinya...karna agama bukan untuk bahan cela'an dgn satu dgn yg lain nya

    BalasHapus
  9. Bagus ceritanya.....semoga setelah mahabarata, mahadewa segera tayang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus saling menghargai antara umat beragama

      Hapus
    2. Q AJA BERAGAMA ISLAM, Q SUKA CERITA2 MAHABARATA,MAHADEWA,RAMAYANA,JODHA AKBAR,SEMUA ITU BAGUS2 LHO, LAGI PULA AGAMA ITU SAMA,MENGAJARKAN KEBAIKAN,CUMA YG BEDA KEYAKINANNYA,UNTUK APA SALING BENCI,MENGHINA,MENGHUJAT,GA ADA GUNANYA,BIKIN KERUH SUASANA,SALING MENGHORMATI DAN MENGHARGAI ITU SANGAT INDAH,ORANG YG SUKA MEMBEDA2KAN AGAMA LAIN,SUKU LAIN,ADALAH ORANG YG KURANG WAWASAN,YG CUMA BERPIKIRAN PICIK,COBA DECH BERPIKIR MODEREN TAPI TETAP DENGAN KEYAKINANMU.

      Hapus
  10. Mungkin ajaran hindu adalah ajaran dari Tuhan juga karena seperti kita ketahui, Tuhan menurunan 5 kitab yg paling sempurna adalah terakhir yaitu Al-Quran

    BalasHapus
    Balasan
    1. ISLAM ngomong gtu = GOBLOK <<
      dalam Al qur'an hnya da 5 kitab btul,, tapi hanya da 3 agama ,, ISLAM, YAHUDI DAN NASRANI SERTA YG MENYEMBAH BERHALA KEK HINDU BUDHA

      Hapus
  11. Aq jd trtarik dgn crita2 hindu stlah ada cerita mahabarata dn skrg ada csita mahadewa jg.
    Sblumx aku smaskali buta tntg crita dewa hindu. Pernah dgar tp gk tau kisahnya.
    Like bgt dgn infonx.

    BalasHapus
  12. Emg lo ribit maslh debat gni dpat apa kok saling menjelekan,,,,,bknnya dapat apa malh dapt dosa aja,,,belajarlah saling menghargai..

    BalasHapus
  13. Aku bangga jadi hindu,,tattwam asi,aku adalah kamu,kamu adalah aku.kau hina agama ku maka kau hina agama mu sendiri.

    BalasHapus
  14. Setiap agama mempunyai cerita dan kisah maupun ajaran masing2..... Itupun bersumber pada satu yaitu sang pencipta....
    Sang pencipta tdk pernah meminta kita memuja nya... Itu hanya rasa penghormatan kita .....
    Tuhan itu tidak terpikirkan
    Semoga kita selalu dalam perlindungannya ... Astungkara

    BalasHapus
  15. saya seorang muslim, teman2 saya juga dari berbagai agama dan saya suka sekali membaca cerita dewa dewi yang ada pada kepercayaan Hindu. banyak inspirasi dan contoh-contoh kehidupan yang bijak pemikiran yang tenang ...... semoga kita semua bisa saling menghormati dan menghargai antar umat beragama....... untukmu agamamu dan untukku agamaku......

    BalasHapus
  16. Semua agama pasti mengajarkan kebenaran
    Walau pun saya beragama islam tpy saya suka sejarah hindu

    Tpt suka bukan berarti mengikuti

    BalasHapus
  17. saya suka cerita ini. walaupun saya beragama islam saya tetap menghargai. karena saya cinta indonesia. Bhinneka Tunggal Ika :)

    BalasHapus
  18. Nah itu lho kalo orang terlalu fanatik sama agama'a. Lagian ngapain debat tentang agama? Toh agama dapat menyelamatkan? Kita hrsnya bersyukur punya Mitologi tentang dewa dewi di Hindu. Di luar hindu aja ada dewa dewi.

    BalasHapus
  19. itulah bedanya kry india dg Indonesia, kl yg bikin indonesia bakal dirubah. Tpi hebaat INDIA mau sejarah/mitologi Hindu/Budha tetap asli sesuai sejarahnya. Sebenarnya Indonesia pny byk cerita sejarah krn dinegeri ini byk kerajaan dan cerita rakyat. contoh yg sdh pernah ditayangkan di TV yaitu mak lampir, brahma kumbara, gajah mada ato tutur tinular kry asli di radio, mrk bukan penganut agama kristen/katolik ato islam.
    tpi liat setelah ditayangkan ga karuan khan? krn di indonesia ini takut kl cerita asli ditayangkan.... (itu yg tdk sy suka, menyalahi naskah dan cerita asli) sehingga faktor SEJARAH hilang.

    Serial Mahabharata dan Mahadewa, tetap bersumber pada keaslian agama pd wkt itu. HEBAAATTTT !!!!

    BalasHapus
  20. Aq setuju ap kata Ni Made....
    org yg suka menghina Agama org lain adl org yg g berAgama...
    ALLAH tuch menciptakan perbedaan agar kita bisa saling MENGHARGAI satu dng yg lainnya bkn mencela...

    BalasHapus
  21. anda yg mengatakan setan, emang udah pernah liat setan? dan coba panggil setan nya, kita tanya langsung apakah benar ...... adalah sama dengan setan? kl sy belom pernah liat setan, tp sy mencintai semua ajaran Agama, dan para Nabi,Para Dewa & Para Sucinya, Ajaran nya yg berisi yang mungkin terdengar seperti kurang baik, jangan di telan bulat2, kebenaran punya banyak sisi, arti punya banyak sisi sesuai dengan keadaan yang berbeda semua berbeda pengartiannya dan menurut saya bagian dari kebenaran, bagian dari Keadaan yang tak terpisahkan daari Ke Tuhanan, sangat Indah semuanya.... saya juga mencintai setan, karenanya sy bisa mengerti Tuhan, Karenanya sy bisa mengerti bagian kesempurnaan, ada setan ada TUHAN, jgn menghakimi. masih anak2 kali yang blg.... adalah setan kita maklumi aja, yang penting Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika, yang harus kita perjuangkan persatuan nya dalam kedamaian, Salam Damai buat semuanya

    BalasHapus
  22. anda yg mengatakan setan, emang udah pernah liat setan? dan coba panggil setan nya, kita tanya langsung apakah benar ...... adalah sama dengan setan? kl sy belom pernah liat setan, tp sy mencintai semua ajaran Agama, dan para Nabi,Para Dewa & Para Sucinya, Ajaran nya yg berisi yang mungkin terdengar seperti kurang baik, jangan di telan bulat2, kebenaran punya banyak sisi, arti punya banyak sisi sesuai dengan keadaan yang berbeda semua berbeda pengartiannya dan menurut saya bagian dari kebenaran, bagian dari Keadaan yang tak terpisahkan daari Ke Tuhanan, sangat Indah semuanya.... saya juga mencintai setan, karenanya sy bisa mengerti Tuhan, Karenanya sy bisa mengerti bagian kesempurnaan, ada setan ada TUHAN, jgn menghakimi. masih anak2 kali yang blg.... adalah setan kita maklumi aja, yang penting Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika, yang harus kita perjuangkan persatuan nya dalam kedamaian, Salam Damai buat semuanya

    BalasHapus
  23. anda yg mengatakan setan, emang udah pernah liat setan? dan coba panggil setan nya, kita tanya langsung apakah benar ...... adalah sama dengan setan? kl sy belom pernah liat setan, tp sy mencintai semua ajaran Agama, dan para Nabi,Para Dewa & Para Sucinya, Ajaran nya yg berisi yang mungkin terdengar seperti kurang baik, jangan di telan bulat2, kebenaran punya banyak sisi, arti punya banyak sisi sesuai dengan keadaan yang berbeda semua berbeda pengartiannya dan menurut saya bagian dari kebenaran, bagian dari Keadaan yang tak terpisahkan daari Ke Tuhanan, sangat Indah semuanya.... saya juga mencintai setan, karenanya sy bisa mengerti Tuhan, Karenanya sy bisa mengerti bagian kesempurnaan, ada setan ada TUHAN, jgn menghakimi. masih anak2 kali yang blg.... adalah setan kita maklumi aja, yang penting Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika, yang harus kita perjuangkan persatuan nya dalam kedamaian, Salam Damai buat semuanya

    BalasHapus
  24. Bagi km yg mengatakan agamaku (Hindu) adalah agama setan,kusumpahi kau agar kau yg dimakan setan.dan sampai 7keturunanmu wajah dan sifatnya seperti setan.☀Å$tungкαRa☀ O:)

    BalasHapus
  25. Apakah ajaran agama yg mengajarkan umatnya menjadi teroris,pemerkosa,perampok,bukankah setan? Tolong pikirkan tuch!! Jgn menjelekan agamaku,jika agamu blm tentu lbh baik.setidaknya kami org Hindu blm pernah menjadi teroris....!! Dasar setan,berwajah manusia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Islam tdk prnh mengajarkan utk menjd teroris,,bahkan islam sangat menjaga toleransi antar umat beragama,islam sangat melarang membenci agama lain apalgi sampe membunuh,memperkosa,merampok,,cb anda baca sejarah tentang nabi muhammad dan para khalifah mrk semua menyayangi agama lain,,makanya jgn cuma kisah agama hindu yg kalian nntn cb nonton kisah khalifah UMAR BIN KHATTAB dan yg lainnya,supaya tau islam itu tdk spt yg kalian fikirkan,,klu islam mengajarkan kejahatan sdh jd apa negara kt ini,,,tlg di camkan

      Hapus
  26. Sudah jng berdebat lg. Klo diperpanjang gak ada habis2nya. Kita berdebat dan bertengkar gak dpt apa2 juga,gak dpt uang juga dan gak ada perubahan apapun yg terjadi pd kehidupan kita dengan berdebat dan bertengkar. Kita tetap2 aja begini. Kita semua sdh dewasa jd kita semua berpikirlah yg positif dan bijaksana. Janganlah berpikiran sempit dan janganlah ingin selalu menghina apapun saja.

    BalasHapus
  27. Smua agama sama,intinya kepercayaan masing2 n' qt harus saling menghargai... Aku aja yg agamanya kristen juga suka kok liat film*a mahadewa bgs bgt tuh ceritanya.....

    BalasHapus
  28. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  29. Saya menghormati semua agama,semua mengajarkan kebaikan,kasih,kebenaran.bukan menjelekan,menghina,mencela atau meenyumpahi.yg td yg beragama ISLAM saya mau Tanya,apakah Islam mengajarkan hinaan atau celaan?dan kepada yg beragama HINDU,apakah HINDU ajarannya ada Menyumpahi orang?!! Hiduplah dgn damai kawan,qt hanya manusia biasa,dr pada menjelekan atau menyumpahi satu sama lain mending kita mencoba hidup kita menjadi benar dan tdk berbuat salah,atau lebih bagus lg cari kesuksesan saja demi masa depan kita dan anak2 qt,bukannya perang agama seperti ini.ooh ya yg masalah teroris (saya bukan membela yg beragama ISLAM,teroris menurut saya bukan org yg mempunyai agama,ajarannya sesat,otaknya sudah dangkal dan gila,biarlah dia yg mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan Tuhannya nanti,karna Tuhan tidak diam)

    BalasHapus
  30. Hmm.. sungguh manusia yg tak pya otak.. sayang sekali.. diberi akal tk bsa gunakan sbgamna mestinya.. memakai mulut sbgai alat mencela agama lain.. suatu hari kau sesali mulutmu hilang tk ada guna..

    BalasHapus
  31. Maaf gabung ya....sy prihatin buat yg menghina atw menghujat agama...kita ini 1 kesatuan NKRI,,agama adalah masalah hamba dan Tuhannya...biarkan mereka menjalankan ibadah mereka sesuai dengan peribadatan mereka masing2...jgn menghina atw menghujat....klo moderatornya ada...delete aja...coment yg menghina...kita disini sama2 belajar dan tidak ada salahnya kita berbagi walopun berbeda agama dan keyakinan...bukan perbedaan yg kita soalkan tp persamaan kita menyembah Tuhan Yang Maha Esa..

    BalasHapus
  32. Assalammu'alaikum :)
    Saya islam..
    Tapi saya suka cerita2 ini..
    Yg saya penasarin tuh tentang siwa dan sati aja :D
    Tuhan itu satu allah SWT..
    Kita punya nabi dan rasul..
    Maka hindu punya dewa - dewiny..
    budha punya tong san cong :) maaf.. yg saya tau cm cerita itu
    Nasrani pny yesus dan bunda mariany kan?

    Kita memang berbeda.. tp tujuan kita sama.. menjadi manusia yg lebih baik..


    BalasHapus
  33. Sepatutnya kita semua saling menghargai karena tiap agama pasti mempunyai ceritanya masing-masing.. Cerita di televisi sungguh mendidik.. Bisa dapat pelajaran dari situ.. Yg menghina pastilah kurang moral dan pendidikan... Kasihan tuh.. Kita cuma bisa mengelus dada saja... Toh apapun yg kita sembah atau kita hormati,semua masi tertuju pada Tuhan.. Saya kebetulan beragama Budha.. Banyak yg bilang saya menyembah patung dll,toh smua agama punya jg koq.. Yg pasti apapun yg kita sembayangi, smua masi tertuju pada Tuhan.. Stuju kan smua? Jadi stop menjelek2an satu sama lain.. Kita semua 1 kesatuan... Sama2 manusia... Masing2 tetap pada keyakinannya.. Selamat malam...

    BalasHapus
  34. Saya beragama Islam tp saya saya suka cerita siwa dan sati :)

    BalasHapus
  35. yg komen 4 :v
    wks~~~ udah baca :v cikal bakal?

    manusia pertama siapa coba ?
    LOL :v

    BalasHapus
  36. Saya Deky, agama saya Kristen tp saya suka bnget ma kisah2 hindu kayak Little Krisna, Mahabharata, n Mahadewa.. Cerita x keren..
    Aku paling ngefans sama Dewa Krisna, Dewa Wisnu, n Dewa Siwa.. Mrka thu keren, kuat, n sabar! Btul2 menginspirasi..
    Teman2, ayo kita saling menghargai.. Jangan saling menjudges agama yg satu dg yg lain..
    Karena perdamaian akan trcipta kalo ada kesadaran..
    Buat yg umat Hindu, sukses terus ya!? Jgn trpncing, laksanakan kegiatan agama kita msing2 dg tulus.. Tuhan memberkati kita smua

    BalasHapus
  37. Mudah2an ada kisah lg tentang dewa Wisnu.. Aq psti gk bkal lewatin satu episode pun

    BalasHapus
  38. Saya islam,dulu kurang taw sejarah agama lain,tpi stelah mnonton serial mahabharata dan nahadewa saya jd mengetahui menyukai cerita dan sejarahnya..
    Saya ttp menghormati semua agama yg ada,karena tujuan agama hanyalah satu yaitu mengajarkan kebenaran.

    BalasHapus
  39. Cerita sgt menarik penuh dgn filosofi kehidupan,agama boleh beda tapi kita 1 bangsa,cerita ini memberikan kekaguman tersendiri bagi pembaca,ada makna budaya,keindahan dan ajaran positif yg bisa dipetik

    BalasHapus
  40. semua agama tidak ada yang mengajrkan keburukan. dengan adanya acara mahadewa dan mahabarath semakin banyak pengetahan yg saya dapat. terimakasih

    BalasHapus
  41. Suka bangett sm sejarah dewa dewa hindu dan ajaran nya.....demikian jg ajaran budha yg selalu welas asih...pdhl saya beragama kristen yg mengajarkan kasihilah musuhmu.......yg tdk mengajarkan teroris....itu msk surga.......hehehe


    BalasHapus
  42. bobbby husin19 Juli 2014 22.28

    buat yg agama islam yg udah jelekin agama org lain kalian bukan umat islam baca QS al an am (6) ayat 108 , kalian justru mencoreng nama islam
    saya jg islam muallaf , tpi malu menjelekan agama org lain bkn koreksi diri, buat yg nulis , salut , karena apapun hasil komement artinya artikel anda dibaca , termasuk oleh saya , salut , 4 jempol , mudah mudahan ada umat islam yg sdar dan mau berkarya , bukan menjelekan , sya sebagai umat islam jadi malu , mungkin dia setannya

    BalasHapus
  43. kalau hindu agama cinta kasih buktikan cinta kasih kalian....lihatlah ketika ternyata kalian mayoritas kalian serang agama lain..#Rohingya myanmar

    BalasHapus
  44. HINDU AGAMA DAMAI? HELLO APA HINDU NGAJARIN MEMBUNUH ANAK2 WANITA DI MYANMAR?
    AGAMA SESAT TUHANNYA AJA GA JELAS
    DEWA KOK RIBUT AMA SETAN KOAWKOOKAWOKKOAW LUCU2

    BalasHapus
  45. dewa kok saling perang aneh ya
    yang jadi korban manusia dan alam nya hahahhahaha
    ga jauh beda sama mythology yunani para pemuja patung buatannya sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bos ,inti ceritanya yg di pahami .mengajarkan kebaikan dan jauhi keburukan ,jangan berfikir pendek ,trimakasi wasalam

      Hapus
  46. Saya seorang islam ,namun kakek saya hindu dan paman saya kristen...saya sangat suka cerita dewa dewi .... Inti dari agama mengajarkan menghormati dan menghargai. Jika dia menghina agama ,maka dia adalah inti dari setan.

    BalasHapus
  47. Saya islam ....jangan menyamakan dengan myanmar.. Jangan salahkan agamanya ,tapi salahkan orangnya ... Setiap orang bisa membunuh , bahkan alqaidah pun membunuh dan israel pun membunuh ,intinya bukan agama tapi keserakahan dan kekuasaan . Bisa merubah sifat seseorang .silahkan baca semua kitap. Semua mengajarkan kasihsayang .

    BalasHapus
  48. Yg menghina atau mengolok ..berarti pengetahuannya sempit. Tuhan menurunkan 5 kitap .. Semua agama pun ada disana . Hormatilah agama masing masing

    BalasHapus
  49. Semua agama sama saja ajarin tentang kebaikan... Ada pola yg blg kristen sembah kayu buddha sembah patung islam sembah makluk jin hindu sembah setan mnrt ku tu salah salah besar... Mereka yg tidak tau ajaran agama dan tidak punya agama maka na seperti itu tetapi 1 hal agama mengajarkan tentang kebaikan dan tidak membedakan agama dan menghormati perbedaan agama mohon maaf klu ada kesalahan kata2

    BalasHapus
  50. Untuk yang menjelekkan agama hindu, saya tau anda bergama islam tapi tidak sepantasnya anda menjelekkan agama lain karna saya juga beragama islam, tapi saya bisa menghormati dan menghargai agama lain, menurut saya semua agama itu sama namun kepercayaannya yang berbeda. Allah pun menjelaskan kita tidak boleh menjelekkan agama lain karna kita semua itu saudara.

    BalasHapus
  51. ribut krna prbedaan kyakinan/agama aplgi slng mncela itu mnandakan kbodohan diri....goblok.....tolol.....stres......

    BalasHapus
  52. Maaf,,,♈ saya hidup dikelilingi oleh agama islam,,†ά̲þï tidak prnah mebicakan perbedaan agama,,malahan rukun"aj,,Ɣang bilang agama hindu itu setan,,kalu dibolehin gua penggn penggl lehernya,,orang" yangg begitu bikin antar agama saling bermusuhan

    BalasHapus
  53. Bagus kisahnya menambah wawasan,, andai saja difilmkan pasti kisah2nya bisa lebih cepat dimengerti jika berupa video

    Aku Islam,,
    Dulu sebelum kakek meninggal dia selalu menceritakan kisah2 Nabi Ibrahim atau dalam kitab Nasrani disebut Abraham,, nah menurut kakek Ibrahim juga ada pada kisah di Nusantara yang dikenal dengan Brahma. Istri Ibrahim adalah Siti Sara,, Istri Abraham adalah Sara,, istri Brahma Siti Saraiswati. Kata kakek itu hanya pembahasaan saja, namun aku masih bingung,, kata kakek trimurti itu pendewaan dari ke 3 nabi yaitu Abraham=Brahma, Siwa=Ishaq dan Wisnu=Ismail.

    Nah katanya dulu Nusantara ini adalah keturunan Abraham juga,, Abraham punya 3 Istri :
    # Siti Hagar - Ismail - Muhammad
    # Siti Sarah - Ishaq - Bani Israil
    # Kentura - Bangsa Malai - Nusantara

    Tapi aku masih bingung,, karena kakek uda meninggal jadi belum sempat tanya lagi,,

    BalasHapus
  54. Bagus isinya nambah wawasan banget....thanks buat yg nulis....
    Menurut q semua agama tuh mengajarkan kebaikan, saling menghormatin, dan bertutur kata yg baik...
    Sebagai manusia yg tak luput juga akan adanya dosa lbh baik koreksi diri sendiri dr pd mencela agama org lain....
    Hidup hnya sekali berbuatlah kebajikan sebanyak-banyaknya jgn malah membuat dosa dgn menebarkan benih kebencian antar sesama umat beragama y guys...
    Semoga org yg suka menaburkan perselisihan diberikan pemikiran yg lurus dan bisa lbh menghargai agama org lain....

    BalasHapus
  55. Knp komentar saya dihapus.....

    BalasHapus
  56. Saya islam, dalam surat al baqoroh ayat 2 dan 3 : ciri orang yang beriman adalah membaca kitab - kitab terdahulu, sedekah, dan menyembah Allah. Jadi kita perlu belajar hal2 yang baik dari kitab terdahulu termasuk weda, taurot, injil, zabur dll

    Termasuk acara mitoni (acara slamatan hamil 7 bulan) itu mengambil dari ajaran budha-hindu dan masih banyak sekali ajaran hindu yang masih digunakan orang islam sekarang.

    Jadi yang menganggap hindu = setan itu adalah orang munafik yang tempatnya ada di neraka.

    BalasHapus
  57. Kalo ada islam jadi kacau deh.katanya rahmatan ilamin tp biang rusuh.

    BalasHapus
  58. Acara mitoni dan selamatan sebetulnya itu bagian dr budaya. Bukan ajaran suatu agama. Jadi yg bijak dlm berkata dan berpikir. Jika seseorang yg blm tau agama itu apa dan siapa supremasi tertingginya tetapi ingin membalas kebaikan sang maha gaib , cara primitifnya, krn orang dulu gak makan genteng sekolah, adalah memberikan sesembahan. Spt cerita kail habil . Jd harap dihayati lagi. Jgn pake otak. Nanti imannya terbalik

    BalasHapus
  59. Agama hindu itu sebetulnya agama asli orang indonesia lho kalo blm pada tau. Justru dipopulerkan oleh orang india krn mereka tertarik dengan ajarannya.

    BalasHapus
  60. iya betul mbk Hindu di indonesia diperkenalkan oleh ajisaka,yg memberi pelajaran ilmu agama dan ilmu palak serta mengenalkan huruf jawa.

    BalasHapus
  61. Mari berpikir positifnya, menurut saya setan pun ada baiknya kalau tidak ada setan siapa yg di sebut Tuhan? Kalau tidak ada buruk maka apa yg di sebut baik? Kalau tdak ada miskin siapa yg di sebut kaya? Demikianlah hidup selalu ada dua yg berbeda.. Sebagai manusia dewa sa bijaklah menyikapinya.

    BalasHapus
  62. maaf semuanya...saya orang muslim.tp saya cinya semua agama...orang yg menghina agama itu cuma orang yg mempunyai tipikal kayak amrozi yg membuat nama muslim tercoreng...

    BalasHapus
  63. napa pada ngomongin agama, dasar orang2 indo yang kolot dan fanatik beuhh............ lupakan sajalah mendingan bahas cerita syiwa ini ^0^

    saya sedikit penasaran, syiwa adalah salah satu dari trimurti selain brahma dan wisnu, tapi apa cuman syiwa yang dipanggil mahadewa atau tingkatannya tertinggi sedangkan 2 yang lainnya tidak ??? >.<

    BalasHapus
  64. like (y) tp jgn betengkar

    BalasHapus
  65. Indahnya kisah para leluhur. Maha suci Allah dgn keindahan penciptaanNya atas kehidupan di jagat raya ini. Pada penciptaan jagat raya bumi dan langit yg awalnya satu dibagi mjd bumi dan langit dan yg ada diantara keduanya yi.:7 lapis langit yg masing2 diisi malaikat2 utk menjaga dgn tugasnya masing2. Golongan malaikat juga diutus ke dunia fana sebagai sosok fana utk menjadi pasangan2 bagi generasi manusia awal ♡. Salam sejatera bagi para leluhur. ( Siti Nurilah Addawiyah Asyariah).

    BalasHapus
  66. Episode Mahadewa malam ini sungguh menggembirakan, pada adegan dewa siwa mengajarkan dewi parwati permainan dadu ( dilihat di papannya ternyata yg jaman skrg org kenal dgn permainan ludo #ludomyfavegameever, nyaris selalu memenangkan permainan itu ^_^).

    BalasHapus
  67. Q AJA BERAGAMA ISLAM ,SUKA NONTON CERITA2 AGAMA LAIN,LAGIAN APA SALAHNYA SICH,SEMUA AJARAN ITU BAIK,TINGGAL KITA SENDIRI AJA MAU MEGANG KEYAKINAN YG MANA,LAGAIAN NGAPAIN DI RIBUTKAN,SALING MENGHUJAT,MENGHINA,KURANG KERJAAN AJA DECH,HIDUP ITU HARUS SALING MENGHARGAI,SEJARAH,ATAUPUN CERITA2 ITU KAN MENAMBAH WAWASAN,KITA,YG PENTING KITA TETAP PADA AGAMA DAN KEYAKINAN KITA,GA USAH PAKE DEBAT,GTHU AJA KHO REPOT

    BalasHapus
  68. Aku cinta menjadi Hindu. Sanatana Dharma adalah kebenaran yg abadi. Saya percaya bahwa Tuhan mengajarkan atau mewahyukan Hanya Sekali dan itu tidak ada istilah penyempurnaan dari yang sebelumnya. Kalo menyempurnakan lagi berarti itu tuhan tidak sempurna (

    BalasHapus
  69. hahaha ,parah itu yg debat sana debat sini wkwkwk dewasalah sahabat,otakmu terlalu sempit berfikir wkwkwkwkkw ngakak bgt

    BalasHapus
  70. sahabatku dari kehidupan lampau bernama rsi surama pernah berkata "titik terendah pemikiran manusia itu ketika dia berfikir bahwa "INI LAH YG PALING BENAR DAN SELAIN INI SALAH" dan itu kendala manusia di era ini,memalukan diri sendiri tanpa sadar "

    dan di kehidupan ini resi surama menjadi kakeku,mari kita selesaikan perjalanan roh yg begitu panjang ini sahabat2 ku,damai dalam roh,damai dalam batin ,damai dalam perkataan dan damai dalam perbuatan ..salam

    BalasHapus

Jangan lupa berkomentar yaa sahabat, mari belajar beraspirasi :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...