Minggu, 31 Juli 2011

Kisah Singkat Dewa Ruci dan Sang Bima

Dewa Ruci dan Bima
Cerita ini terjadi saat Pandhawa bersama saudara-saudara sepupunya  Kurawa, yangsedang bersama sama menimba ilmu pada guru yang sama yakni Resi Durna atau Kumbayana. Kurawa yang amat menyadari bahwa tahta kerajaan Astina yang saat itu diduduki ayah mereka, Destrarastra, adalah sekadar titipan dari ayah Pandhawa, Pandu Dewanata yang mati muda. Kalaulah nanti Pandhawa telah dewasa, tahta itu harus dikembalikan kepada mereka. Dan para saudara Kurawa yang berjumlah seratus itu, bakal lontang-lantung jadi preman. Karena itu, sejak awal, Kurawa dengan berbagai jalan berusaha keras untuk melenyapkan Pandhawa,
Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Kisah Singkat Kelahiran Hanoman

Sang Hanoman
Alkisah Hiduplah seorang Raksasha bernama Rahwana. Raksasha itu menjadi sangat sakti karena ia keturunan raja dari para Raksasha dan seorang Rishi yang suci. Bersama saudara-saudaranya dan anak-anaknya ia membuat sebuah kerajaan yang kuat yang bernama Alengka Dirja (Sri Lanka Sekarang), dan siap melebarkan sayap kerajaannya.

Tetapi kekuatan bala pasukannya masih kalah kuat dengan kekuatan Kartavira Arjuna (Arjuna Sasrabhawu), raja dari para manusia yang dikenal sebagai avatara Vishnu bertangan seribu. Selama ada Kartavira Arjuna,
Rahwana tidak bisa berbuat apa-apa.Tetapi peruntungan segera beralih. Kartavira yang ditakuti akhirnya tewas terbunuh oleh Parashu Rama yang notabenenya juga Avatara Vishnu. Maka kini Rahwanaleluasa melebarkan sayap kerajaannya bahkan hingga menyerang kerajaan para dewa!

Kocar-kacir dikalahkan telak oleh para raksasha, para dewa lari ke hadapan Sri Vishnu, memohon agar membantu mereka membinasakan
Rahwana. Vishnu bersedia membantu, asalkan Siwa juga mau membantunya, karena Rahwanaadalah seorang pemuja Siwa. Maka Siwa pun juga bersedia menurun ke dunia membantu penjelmaan Vishnu di dunia. Nah dari sinilah sebenarnya Ramayana dimulai. Begitu juga dengan kelahiran Hanoman bagi sebagian orang.

Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Asal Mula Nama Buleleng dan Singaraja di Bali

Kabupaten Buleleng
Pada jaman dahulu di Pulau Bali, hidup seorang raja yang bergelar Sri Bagening. Sang Raja memiliki banyak istri, dan istri terakhirnya bernama Ni Luh Pasek. Ni Luh Pasek berasal dari Desa Panji, dan masih keturunan Kyai Pasek Gobleng. Suatu waktu, Ni Luh Pasek mengandung. Oleh suaminya, ia dititipkan kepada Kyai Jelantik Bogol. Tak berapa lama, anaknya pun lahir. Anak itu diberi nama I Gede Pasekan.  I Gede Pasekan mempunyai wibawa besar sehingga sangat dicintai dan dihormati oleh pemuka masyarakat maupun masyarakat biasa.

Suatu hari, ketika usianya menginjak dua puluh tahun, ayahnya berkata pada­nya,

 
“Anakku, sekarang pergilah engkau ke Den Bukit di daerah Panji.”
“Kenapa ayah?”

“Karena di sanalah tempat kelahiran ibumu.”

Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Kura-Kura dan Angsa

Ada sepasang Kura-Kura dan Angsa yang hidup di sebuah telaga yang bernama telaga Kumudawati. Telaga itu sangat indah serta banyak bunga-bunga berwarna-warni yang tumbuh di sana. Kura-kura yang jantan bernama Durbhuddhi dan yang betina bernama Katcapa. Angsa yang jantan bernama Cakrengga dan yang betina bernama Cakrenggi. Kedua pasang binatang itu sudah lama bersahabat.

Musim kemarau telah tiba, di telaga telah mulai mengering. Kedua angsa akan berpamitan dengan sahabatnya karena angsa tidak bisa hidup tanpa air, maka kami akan meninggalkan telaga Kumdawati ini menuju telaga Manasasaro di pegnungan Himalaya. Kura-kura tidak bisa melepaskan kepergian kedua sahabatnya itu.

Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Sabtu, 30 Juli 2011

Asal Usul Gunung Merapi



BAGAIMANA cerita terjadinya Gunung Merapi? Bila kita berada di wilayah Kawastu, kalangan penduduk di sana masih mempercayai bahwa Gunung Merapi adalah penjelmaan dari perubahan Gunung Jamurdipo. Menurut cerita yang beredar di sana, sebagaimana diungkapkan Lucas Sasongko Triyoga dalam bukunya, Manusia Jawa dan Gunung Merapi (Gadjah Mada University Press, 1991), sewaktu Pulau Jawa diciptakan para dewa, keadaannya tidak seimbang. Karena miring ke barat. Ini disebabkan di ujung barat terdapat Gunung Jamurdipo.
Atas prakarsa Dewa Krincingwesi, gunung tersebut dipindahkan ke bagian tengah agar terjadi keseimbangan. Pada saat yang

Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Kisah Candi Prambanan

Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso. 

Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. “Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!”, ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. “Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku,” pikir
Bandung Bondowoso.
Esok harinya, Bondowoso mendekati Roro Jonggrang. “Kamu cantik sekali, maukah kau menjadi permaisuriku ?”, Tanya Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang. Roro Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. “Laki-laki ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya”, ujar Roro Jongrang dalam hati. “Apa yang harus aku lakukan ?”. Roro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Roro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso.
Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Senin, 25 Juli 2011

Cerita Kebo Iwa

Patung Patih Kebo Iwa
Di desa Bedahulu wilayah kabupaten Tabanan, Bali pada zaman dahulu, hiduplah sepasang suami istri. Mereka kaya, hanya  saja mereka belum mempunyai anak. Bagi penduduk Bali pada masa itu, manusia yang belum mempunyai keturunan adalah manusia yang siasia hidupnya.


Suatu hari mereka pergi ke Pura Desa. Mereka memohon kepada Yang Maha Kuasa agar diberi keturunan.  Ki Patih Kebo Iwa adalah keturunan Arya Karang Buncing di Blah Batuh-Gianyar yang lahir dari padipaan disaat sira Arya Karang Buncing memohonketurunan dihadapan Hyang Penguasa Alam Semesta,  begitu lahir sudah mampu makan ketupat kelan ( 6 biji ) setelah dewasa Ki Kebo Iwa mempunyai tubuh yang sangat besar dan kekar diluar ukuran orang biasa ( +_7 M ) dan memiliki kesaktian yang
Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Minggu, 17 Juli 2011

Awatara Dewa Wisnu

Dewa Wisnu, Dewi Laksmi dan Garuda
Awatara atau Avatar dalam agama Hindu adalah inkarnasi dari Tuhan Yang Maha Esa maupun manifestasinya. Tuhan Yang Maha Esa ataupun manifestasinya turun ke dunia, mengambil suatu bentuk dalam dunia material, guna menyelamatkan dunia dari kehancuran dan kejahatan, menegakkan dharma dan menyelamatkan orang-orang yang melaksanakan Dharma/Kebenaran.
Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Sabtu, 16 Juli 2011

Kisah Mahabrata

Perang di Kurukshetra
Perang di Kurukshetra (Devanagari: कुरुक्षेत्र युद्ध ), yang merupakan bagian penting dari wiracarita Mahābhārata, dilatarbelakangi perebutan kekuasaan antara lima putera Pandu dengan seratus putera Dretarastra. Dataran Kurukshetra yang menjadi lokasi pertempuran ini masih bisa dikunjungi dan disaksikan sampai sekarang. Kurukshetra terletak di negara bagian Haryana, India.  Pertempuran tersebut tidak diketahui dengan pasti kapan terjadinya, sehingga kadang-kadang disebut terjadi pada "Era Mitologi". Beberapa peninggalan puing-puing di Kurukshetra

Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Kamis, 14 Juli 2011

Makna Penjor

Penjor adalah suatu hiasan pada upacara yang juga mengandung arti sebagai sebuah umbul-umbul dan simbul-simbul suci. Penjor juga merupakan persembahan terhadap Bethara di Gunung Agung yaitu Bhatara Giri Putri.

Penjor ada 2 jenis:
1. Penjor Upacara
2. Penjor hiasan

Penjor upacara yaitu mempunyai fungsi tertentu dalam upacara keagamaan, dan wajib dibuat lengkap dengan perlengkapan-perlengkapannya. Membuat sebuah penjor sehubungan dengan pelaksanaan upacara memerlukan persyaratan tertentu dalam arti tidak asal membuat saja, namun seharusnya penjor tersebut sesuai dengan ketentuan Sastra Agama, sehingga tidak berkesan hiasan saja. Sesungguhnya unsur-unsur penjor tersebut adalah merupakan symbol-simbol suci, sebagai
Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Pengertian & Makna Upacara Mepandes

Upacara mapandes disebut juga matatah, masangih yaitu memotong atau meratakan empat gigi seri dan dua taring kiri dan kanan, pada rahang atas, yang dipahat 3 kali secara simbolik, diasah dan diratakan. Rupanya dari kata masangih, yakni mengkilapkan gigi yang telah diratakan, muncul istilah mapandes, sebagai bentuk kata halus (singgih) dari kata masangih tersebut.

Bila dikaji lebih jauh, upacara Mapandes dengan berbagai istilah atau nama seperti tersebut di atas, merupakan upacara Sarira Samskara, yakni menyucikan diri pribadi seseorang, guna dapat lebih mendekatkan dirinya kepada Tuhan Yang Maha Esa, Sang Hyang Widhi, para dewata dan leluhur. Upacara ini
Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Makna Hari Raya Kuningan

Kuningan adalah rangkaian dari upacara Galungan, yaitu 10 hari setelah Galungan, yang jatuhnya pada Saniscara (Sabtu) Kliwon Wuku Kuningan. Kata kuningan sendiri memiliki makna "kauningan" yang artinya mencapai peningkatan spiritual dengan cara introspeksi agar terhindar dari mara bahaya.

Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Sejarah Hari Raya Siwa Ratri

Siwa Ratri (Siwa Latri) diartikan sebagai  “malam siwa”, karena pada hari tersebut Tuhan yang bermanifestasi sebagai Sang Hyang Siwa beryoga. Hari suci ini jatuh pada purwaning tilem sasih kepitu, yaitu untuk memohon pengampunan dosa ke hadapan Hyang Widhi Wasa. Hari raya Siwa Ratri juga disebut malam peleburan dosa.

Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Makna Penampahan Galungan

Sehari sebelum hari raya Galungan umat Hindu di Bali umumnya menyiapkan perayaan Galungan dengan memotong hewan seperti ayam dan babi untuk pesta perayaan Galungan. Pengertian itu sesungguhnya suatu pemahaman yang sangat awam, namun hal itulah yang jauh lebih mentradisi daripada arti sesungguhnya Penampahan Galungan itu.
Penampahan Galungan dalam wujud ritual dirayakan dengan upacara Natab Sesayut Penampahan atau disebut dengan Sesayut Pamyak Kala Laramelaradan. Makna dari prosesi ritual ini adalah untuk mengingatkan umat agar membangun kekuatan Wiweka Jnyana atau membangun kekuatan diri untuk mampu membeda-bedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang baik dan mana yang buru. Mana yang patut dan mana yang tidak patut.

Dengan demikian secara tegas dapat kita menghindar dari
Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Sejarah Agama Hindu

Agama Hindu adalah agama yang mempunyai usia terpanjang merupakan agama yang pertama dikenal oleh manusia. Dalam uraian ini akan dijelaskan kapan dan dimana agama itu diwahyukan dan uraian singkat tentang proses perkembangannya. Agama Hindu adalah agama yang telah melahirkan kebudayaan yang sangat kompleks dibidang astronomi, ilmu pertanian, filsafat dan ilmu-ilmu lainnya. Karena luas dan terlalu mendetailnya jangkauan pemaparan dari agama Hindu, kadang-kadang terasa sulit untuk dipahami.
Banyak para ahli dibidang agama dan ilmu lainnya yang telah mendalami tentang agama Hindu sehingga muncul bermacam- macam penafsiran dan analisa terhadap agama Hindu. Sampai sekarang belum ada kesepakatan diantara para ahli untuk menetapkan kapan agama Hindu itu diwahyukan, demikian juga mengenai metode dan misi penyebarannya belum banyak dimengerti.
Penampilan agama Hindu yang memberikan kebebasan cukup tinggi dalam melaksanakan upacaranya mengakibatkan banyak para ahli yang menuliskan tentang agama ini tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya ada dalam agama Hindu.
Sebagai Contoh: “Masih banyak para
Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Rabu, 13 Juli 2011

Sejarah Hari Raya Galungan

Penjor
Bagi masyarakat Bali, Hari Raya Galungan mempunyai cerita sendiri. Jaman dahulu tersebutlah seorang Raja keturunan Raksasa yang sangat sakti dan berkuasa bernama Mayadanawa. Dengan kesaktiannya, Mayadenawa mampu berubah wujud menjadi apa saja.

Mayadenawa menguasai daerah yang luas meliputi Makasar, Sumbawa, Bugis, Lombok dan Blambangan. Raja ini terkenal kejam dan tidak mengijinkan rakyatnya untuk memuja dewa serta menghancurkan semua pura yang ada. Rakyat tidak berani melawan karena
Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Sejarah Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit
Majapahit. Majapahit adalah sebuah kerajaan kuno di Indonesia yang pernah berdiri pada sekitar tahun 1293 hingga tahun 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan Raja Hayam Wuruk yang berkuasa dari tahun 1350sampai dengan tahun 1389. Majapahit menguasai kerajaan-kerajaan lain di semenanjung Malaya, Borneo, Sumatra, Bali dan Filipina. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yg menguasai Semenanjung Malaya dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Kekuasaannya terbentang di Sumatra, Semenanjung Malaya, Borneo hingga Indonesia timur
Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Ramalan Sabdo Palon

Ramalan Sabdo Palon

( Terjemahan bebas bahasa Indonesia )

1. Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis di dalam buku babad tentang negara Mojopahit. Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan Sunan Kalijaga didampingi oleh Punakawannya yang bernama Sabda Palon Naya Genggong.

2. Prabu Brawijaya berkata lemah lembut kepada punakawannya: “Sabda Palon sekarang saya sudah menjadi Islam. Bagaimanakah kamu? Lebih baik ikut Islam sekali, sebuah agama suci dan baik.”

Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Kisah Jayaprana dan Layonsari

Jayaprana - Layonsari

Inilah cerita kisah cinta Jayaprana dan Layonsari dari Bali Utara. Makam Jayaprana dan Layonsari hingga kini ada dan dipercaya itu benar-benar makam mereka berdua.

Dua orang suami istri bertempat tinggal di
Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'

Asal Mula Selat Bali

Dahulu, di sebuah desa di wilayah Pulau Bali, tinggallah seorang pemuda tampan bernama Manik Angkeran. Ayahnya bernama Empu Sidhi Mantra. Manik Angkeran terpengaruh lingkungan yang tidak baik. Ia menjadi seorang yang hidup dari berjudi. Inilah yang membuat pusing orang tuanya.

“Anakku, sadarlah bahwa judi itu merusak segalanya,” kata orang tua Manik Angkeran. Tetapi, Manik Angkeran tidak peduli dengan ucapan orang tuanya. Hampir setiap hari, Manik Angkeran berada di tempat penyabungan ayam. Setelah penyabungan tutup, ia lanjutkan dengan judi kartu.

“Kalau kau tidak
Bila anda menyukai artikel ini, klik tombol 'Like'. Dan bila anda ingin membagikan artikel ini di facebook, klik tombol 'Send' atau tombol 'Share'
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...